
DESA Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, terus mengembangkan sektor pertanian unggulan, diantaranya kopi, padi, sayuran, dan pisang, empat komoditas yang relatif melimpah di desa tersebut.
“Potensi pertanian relatif melimpah di Desa Perbawati, termasuk pariwisata. Apalagi Perbawati merupakan jalur wisata Pondok Halimun. Namun untuk saat ini, kami berfokus terhadap kopi, padi, pisang, dan sayuran terlebih dahulu,” ujar Kaur Perencanaan Desa Perbawati, Asep Amir Hamzah, Rabu (4/2).
Dijelaskannya, dari semua potensi pertanian yang akan dikembangkan tersebut, kopi dan padi telah berjalan, bahkan pengembangan dua komoditas ini telah melibatkan UMKM Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Untuk kopi kami bekerjasama dengan UMKM Baru Halimun dan tercipta produk yang dinamai Purbawati. Sementara padi melibatkan BUMDes,” ucapnya.
Kopi Purbawati yang berjenis arabika ini diketahui sudah diedarkan ke kedai-kedai yang ada di Sukabumi.
“Kami bermain di pengolahan kopi. Jadi kopi dari kebun para petani kami beli dan diolah menjadi biji kopi yang siap dipakai dan dipasarkan di Sukabumi. Sejauh ini pasar kami masih lokal, sebab kebutuhan lokal pun relatif tinggi,” ungkapnya.
Untuk pemilihan jenis kopi sendiri, menurutnya karena tanaman arabika relatif banyak di tanam petani di Desa Perbawati, apalagi desa ini berada di ketinggian 900 MDPL.
“Kopi yang kami olah, sebagian besar hasil dari para petani di Desa Perbawati. Di mana dominasi kopi yang mereka tanam ialah arabika,” bebernya
Sementara padi sendiri, potensinya sangat melimpah. Maka dari itu, BUMDes sedang menggarap untuk pembuatan Beras Desa Perbawati. Hal itu dengan mengemas padi dari petani menjadi beras unggulan Desa Perbawati, baik beras biasa maupun ketan.
“Kami melalui BUMDes tengah menggarap ini. Proses ini akan berjalan secara bertahap sampai goalnya ialah produk pertanian yang bebas dari pestisida,” ungkapnya.
Maka dari itu, Pemerintah Desa pun turut memberikan penyuluhan kepada para petani. Terutama dalam meminimalkan penggunaan pestisida ke depannya.
“Dalam mewujudkan visi-misi kami, penyuluhan terus dilakukan. Sehingga, keinginan membuat branding beras Perbawati sehat itu dapat segera terwujud,” katanya.
Termasuk mempertahankan pisang yang pernah masyhur, di mana Pisang Selabintana, terkenal manis dan enak luar biasa.
“Kami pun akan mengembangkan itu semua agar produk Desa Perbawati semakin dilirik masyarakat luas,” pungkasnya. /(adv)
